TUGAS MINGGUAN MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
DOSEN PEMBIMBING :
Zahratul Azizah, S.Pd, M.Pd
DISUSUN OLEH :
Fera Adelia (16005121)
JURUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2018
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2018
Pemilihan Dan Pemanfatan Media Penmbelajaran Berbasis TIK Dalam Pendidikan Luar Sekolah
Istilah media berasal dari bahasa latin, yaitu medium yang memiliki arti perantara. Dalam Dictionary of Education, disebutkan bahwa media adalah bentuk perantara dalam berbagai jenis kegiatan berkomunikasi. Sebagai perantara, maka media ini dapat berupa koran, radio, televisi bahkan komputer.
Gagne menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Lebih lanjut, Briggs menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.Definisi tersebut mengarahkan kita untuk menarik suatu simpulan bahwa media adalah segala jenis (benda) perantara yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada orang yang membutuhkan informasi. Lebih lanjut, dalam proses pembelajarandikenalpula istilah media pembelajaran.
Suyitno (1997) menyatakan bahwa media pembelajaran adalah suatu peralatan baik berupa perangkat lunak maupun perangkat keras yang berfungsi sebagai belajar dan alat bantu mengajar. Sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran, maka media belajar ini akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing bahan ajar yang akan disajikan juga memperhatikan karakteristik siswa.
1. Pemilihan Media Pembelajaran Berbasis TIK Dalam PLS
Ada beberapa alasan memilih media berbasis TIK dalam proses belajar mengajar, yakni:
a. ada berbagai macam media yang mempunyai kemungkinan dapat kita pakai di dalam proses belajar mengajar di PLS
b. ada media yang mempunyai kecocokan untuk menyampaikan informasi tertentu terhadap Warga belajar
c. ada perbedaan karakteristik setiap media
d. ada perbedaan pemakai media tersebut
e. ada perbedaan situasi dan kondisi tempat media dipergunakan
f. menunjang segala aktivitas belajar mengajar warga belajar
Media yang akan digunakan harus memperhatikan beberapa ketentuan dengan pertimbangan bahwa penggunaan media harus benar-benar berhasil guna dan berdaya guna untuk meningkatkan dan memperjelas pemahaman warga belajar.
Adapun Jenis-Jenis Media pembelajaran Berbasis TIK yang dapat digunakan adalah sebagaiberikut:
1. Komputer
Pesatnya perkembangan teknologi komputer ini memang sebagai jawaban untuk akses data atau informasi. Perubahan di masyarakat yang semakin cepat pada akhirnya menuntut perkembangan teknologi komputer yang semakin canggih. Saat ini dibutuhkan akses data yang cepat, sehingga pada akhirnya prosesor yang ada juga semakincepat
2. PeralatanAudio
Perkembangan peralatan audio saat ini juga mengalami perkembangan yang pesat. Peralatan audio yang di pergunakan dalam proses bimbingan dan konseling seperti tape recorder. Penggunaan tape recorder ini antara lain adalah untuk merekam sesi konseling dan memutar kembali hasil-hasil yang diperoleh selama sesi konseling. Tape recorder membutuhkan kaset untuk bisa melakukan tindakan perekaman. Kaset memiliki pita magnetik yang berfungsi untuk menyimpan data atau informasi percakapan. Saat ini telah berkembang alat perekam yang tidak membutuhkan pita perekam. Alat ini disebut MP3 dan MP4. Pada dasarnya alat ini berfungsi sebagai player, dimana di dalam alat ini terdapat sebuah mini harddisk yang memiliki kapasitas sampai dengan 4 Gb. Sebagai sebuah player, maka alat ini dapat memainkan musik dan dapat dipergunakan untuk merekam suara. Ukuran MP3 dan MP4 saat ini amat kecil jika dibandingkan dengan sebuah mini tape recorder biasa. Seringkali kita jumpai, alat MP3 atau MP4 seukuran sebuah spidol atau ballpoint
3. PeralatanVisual
Alat visual dapat bermacam-macam ragamnya seperti video player dan VCD/DVD player. Pada awalnya, penggunaan peralatan visual adalah dengan mempergunakan projector. Penggunaan proyektor ini dipandang tidak efisien, karena dalam proses produksinya membutuhkan tahapan-tahapan yang panjang. Mulai dari merekam gambar sampai dengan menampilkan gambar. Bahkan seringkali dijumpai mutu gambar yang tidak bagus dan bahkan mudah rusak. Sehingga lambat laun peralatan ini mulai ditinggalkan. Video player dulu merupakan peralatan yang lumayan banyak dipergunakan orang. Hanya saja, saat ini sudah banyak ditinggalkan karena proses produksinya tertalu berbelit. Untuk menghasilkan sebuah hasil rekaman yang baik, dibutuhkan kamera perekam yang lumayan besar dan berat, selain itu kaset yang dipergunakan juga relatif besar, sehingga dipandang tidak praktis. Terlebih, hasil rekaman seringkali tidak begitu jernih.Peralatan visual yang sering kita jumpai antara lain adalah video player atau CD player. Peralatan ini banyak dijumpai karena memiliki tingkat pengoperasian yang mudah dan memiliki harga yang relatif murah. Penggunaan video player ini tidak akan bisa lepas dari keberadaan sebuah disc atau keping VCD/DVD. Dengan kecanggihan teknologi yang ada saat ini, proses perekaman gambar tidak perlu mempergunakan perangkat yang bermacam-macam. Saat ini telah berkembang alat perekam (handycam) yang secara langsung dapat merekam gambar langsung ke dalam keping VCD/DVD. Dengan kata lain, pengoperasian VCD/DVD ke player akan semakin mudah.
Saat ini peralatan komputer yang dijumpai di pasaran pun sudah mempergunakan teknologi multi media. Dulu, komputer hanya dipergunakan sebagai alat pengolah data saja. Tetapi selanjutnya berkembang juga sebagai alat entertainment. Komputer saat ini hampir bisa dipergunakan untuk membantu segala macam permasalahan manusia, mulai dari mengolah data sampai dengan memproduksi sebuah tayangan video yang baik.
2. Pemanfaatan Pembelajarn Berbasis TIK Dalam PLS
A. Pengembangan Model Pembelajaran Blended Learning pada Pendidikan Kesetaraan Program Paket C dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar
Penelitian pengembangan model pembelajaran dalam penerapannya, telah memperoleh temuan yang menunjukkan efektivitas bagi terpenuhinya kebutuhan belajar peserta didik kesetaraan paket C dalam meningkatkan kemandirian belajarnya. Oleh sebab itu, keberartian hasil studi pengembangan model pembelajaran ini memiliki implikasi baik secara teoretis dalam menambah khasanah pengetahuan, maupun secara praktis untuk kebijakan operasional yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan pembelajaran program paket C di PKBM. Dalam pengembangan pendidikan luar sekolah, model pembelajaran ini berkontribusi memperkuat teori-teori pembelajaran yang dapat menambah khasanah pengetahuan dalam dimensi pembelajaran pendidikan kesetaraan. Pembelajaran sebagai proses peningkatan sumber daya manusia sangat penting (human capital), artinya bahwa program-program pembelajaran dirancang dan dilaksanakan, pada dasarnya bertujuan untuk mengembangkan kemampuan individu atau kelampok, agar dapat meningkatkan intelektualnya (Kamil, 2007: 74). Model pembelajaran blended learning dengan pengembangan media CD interaktif dan ebook dijadikan strategi dalam pembelajarannya, secara nyata telah dapat meningkatkan kemandirian belajar peserta didik dalam pendidikan kesetaraan paket C pada PKBM. Sesuai temuan empirik penerapan model ini menunjukkan efektivitasnya bagi terpenuhinya kebutuhan belajar peserta didik dalam upaya meningkatkan kemandirian belajarnya, sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar dan kreativitas, sehingga meningkatkan prestasi belajarannya dalam memenuhi kebutuhan untuk meningkatkan kemandirian belajar peserta didik. Pada gilirannya akan mendukung efektivitas implementasi pendidikan kesetaraan khususnya paket C di PKBM. Model pembelajaran blended learning yang dikembangkan, pada implementasinya telah menunjukkan efektif dalam meningkatkan kemandirian belajar peserta didik program paket C, dan bisa diterima sebagai alternatif pengembangan program pembelajaran yang lebih kontektual, efektif dan efisien sesuai dengan kondisi peserta didik. Dalam implementasinya, model pembelajaran yang dikembangkan menunjukkan efektif dalam meningkatkan kemandirian belajar peserta didik, sehingga dapat dijadikan altematif dalam membantu meningkatkan kemampuan peserta didik paket C di PKBM, agar penyelenggaraan program-program pendidikan luar sekolah berkembang ke arah yang lebih berkualitas, dan efektif. PKBM umumnya harus didukung oleh tutor dalam jumlah memadai, namun secara kualitas pembelajarannya masih lemah. Atas dasar hal tersebut, perlu diupayakan peningkatan kualitas pembelajaran secara lebih baik dan efektif. Merujuk pada model pembelajaran blended learning sebagai upaya meningkatkan kemandirian belajar, maka peran tutor berdasarkan kajian teoretik maupun kajian empirik dalam kegiatan pembelajaran berfungsi: (1) menumbuhkan kesadaran peserta didi sebagai pelaku pembelajar dan pentingnya mereka untuk meningkatkan kemandirian dalam belajar; (2) membantu peserta didik sebagai pembelajar untuk bisa mengembangkan potensinya, sesuai bakat dan minatnya; (3) meningkatkan kesadaran peserta didik akan pentingnya kualitas diri secara efisien agar mencapai prestasi. Fungsi lain mengenai Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam konteks pembelajaran di kelas adalah sebagai alat atau sarana yang digunakan untuk melakukan perbaikan/ penyempurnaan kegiatan pembelajaran (Haddad, 2005 : 55). Sehingga para siswa menjadi lebih otonom dan kritis dalam menghadapi masalah, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan hasil belajar siswa (Karsenti, 2005 : 89). Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat dan benar-benar membantu siswa mengembangkan semua jenis keterampilan, mulai dari tingkat yang sangatmendasar sampai dengan tingkat keterampilan berpikir kritis yang lebih tinggi (Mac Kinnon, 2005 : 111). Berdasarkan fungsi tersebut menunjukkan tutor sebagai agen pembelajaran khususnya dalam penyelenggaraan program paket C di PKBM menuju pada pembelajaran yang lebih baik. Hal ini sesuai dengan salah satu prinsip pendidikan sepanjang hayat menurut Sudjana (2005: 217), bahwa pendidikan luar sekolah dikembangkan berdasarkan pada salah satu prinsip di antaranya, kegiatan belajar untuk memperoleh, memperbaharui, dan/atau meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang telah dimiliki oleh warga masyarakat sesuai dengan perubahan yang terus menerus sepanjang kehidupan. Bagaimana tutor yang ada dapat memberikan pembelajaran yang berkualitas, sehingga PKBM tetap mampu memberi layanan pembelajaran yang optimal kepada peserta didik, termasuk pelayanan pendidikan kesetaraan paket C. Altematifnya adalah membekali keterampilan mengajar dengan menggunakan media secara praktis dalam pembelajaran yang inovatif mereka melalui pembelajaran blended learning. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa rerata nilai kemandirian belajar peserta didik program paket C meningkat cukup baik. Hal ini ditandai dengan perolehan hasil belajar yang menunjukkan peningkatan positif dengan menggunakan media CD interaktif dan e-book dalam pembelajaran yang dilakukan tutor, serta respon peserta didik yang antusias terhadap penerapan model pembelajaran yang dikembangkan. Atas dasar hasil temuan dalam penelitian ini, maka model pembelajaran yang dikembangkan dikatakan efektif untuk meningkatkan kemandirian belajar peserta didik program paket C di PKBM.
B. Penerapan belajar E-learning
E-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi. Pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar. Memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional. Secara ringkas, Anwas (2005) menyatakan e-larning perlu diciptakan seolah-olah peserta didik atau warga belajar dalam belajar secara konvensional, hanya saja dipindahkan ke dalam system digital melalui internet. Keunggulankeunggulan e-learning yang paling menonjol adalah efisiensinya dalam penggunaan waktu dan ruang. Seperti telah disebutkan di atas, pendidikan berbasis teknologi informasi cenderung tidak lagi tergantung pada ruang dan waktu. Tak ada halangan berarti untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar lintas daerah, bahkan lintas negara melalui elearning. Dengan e-learning pengajar dan siswa tidak lagi selalu harus bertatap muka dalam ruang kelas pada waktu bersamaan. Dengan sifatnya yang tidak tergantung pada ruang dan waktu, e-learning memiliki keunggulan lain yakni memungkinkan akses ke pakar yang tak terhalang waktu dan tak tidak memerlukan biaya mahal. Seorang pelajar di daerah dapat belajar langsung dari pakar di pusat melalui fasilitas internet chatting atau mengakomodir suara dan bahkan gambar realtime.keunggulan lain dari e-learning tentunya adalah ketesediaan informasi yang melimpah dari sumber-sumber di seluruh dunia. Dengan menggunakan internet sebagi media pembelajaran akan didapatkan sumber informasi untuk pengayaan materi yang jumlahnya sangat tak terbatas.
Model pembelajaran e-learning dengan segala keunggulan di atas akan sangat membantu dunia pendidikan Indonesia. e-learning dapat menjadi alternatif cara peningkatan mutu pendidikan Indonesia dan melakukan upaya pemerataan di seluruh wilayah Indonesia. sudah menjadi pengetahuan umum bahwa penyebaran mutu pendidikian di Indonesia belum merata. Ada kesenjangan cukup jauh antara satu wilayah dengan wilayah lain. Pendidikan di pulau jawa dan Sumatera (Indonesia bagian barat) cederung lebh maju dari Indonesia bagian timur. Kesenjangan seperti ini haruslah mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah. E-learning dapat menjadi solusi kreatif bagi pemerintah. Karena masih diperlukannya pengembangan, maka masih diperlukan fokus perhatian akan e-Learning ini.
Urgens ipenerapan e-learning di Indonesia juga terkait dengan keterbatasan akses pendidikan berkualitas dari sisi jumlah institusi pendidikan dan jumlah siswa, kecenderungan makin meningkatnya pengguna internet, kendala geografis, juga aspek long-life learning opportunity. Tujuan umum pembelajaran jarak jauh menggunakan e-Learning di Indonesia adalah agar tersedia akses belajar dan perbaikan kesamaan kesempatan belajar pada semua pembelajar. Selain itu juga untuk memperkuat dan memperdalam pengertian terhadap ilmu pengetahuan, memperluas cakrawala dan memperkaya keberagaman subjek pengetahuan, dan memperbaiki efektivitas proses belajar.
Sumber : http://pps.unj.ac.id/journal/jtp/article/viewFile/262/241.html
https://s3.amazonaws.com/academia.edu.pdf
Komentar
Posting Komentar