TUGAS MINGGUAN MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
DOSEN PEMBIMBING :
Zahratul Azizah, S.Pd, M.Pd
DISUSUN OLEH :
Fera Adelia (16005121)
JURUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2018
Pembelajaran
berbasis web adalah proses belajar mengajar yang dilakukan dengan memanfaatkan
jaringan internet, sehingga sering disebut juga dengan e-learning. Internet
merupakan jaringan yang terdiri atas ribuan bahkan jutaan komputer, termasuk di
dalamnya jaringan lokal, yang terhubungkan melalui saluran (satelit, telepon,
kabel) dan jangkauanya mencakup seluruh
dunia. Internet memiliki banyak fasilitas yang dapat digunakan dalam berbagai
bidang, termasuk dalam kegiatan pendidikan. Fasilitas tersebut antara lain:
e-mail, Telnet, Internet Relay Chat, Newsgroup, Mailing List (Milis), File
Transfer Protocol (FTP), atau World Wide Web (WWW).Pengajaran berbasis web
(WBI) sebagai program pengajaran berbasis hypermedia yang memanfaatkan atribut dan sumber daya
World Wide Web (Web) untuk menciptakan
lingkungan belajar yang kondusif. Konvensi internasional, menyatakan
bahwa e-learning merujuk pada penggunaan berbagai proses dan aplikasi
elektronik untuk pembelajaran,
Sedangkan
pembelajaran berbasis web diartikan sebagai pembelajaran melalui internet,
intranet, dan halaman web saja. Web based learning dapat diartikan juga
sebagai pemanfaatan web/internet untuk pembelajaran. Pemanfaatan itu
dapat berupa sumber bahan ajar maupun media pembelajaran. Pada perkembangannya
web based learning ini sering disebut elearning (lihat di wikipedia, web based
learning di-direct ke E-learning), meskipun ada yang menyebutkan elearning ini
adalah electronic learning bukan internet learning.
Fungsi dan Manfaat
Pembelajaran Berbasis Web
Bila
dirancang dengan baik dan tepat, maka pembelajaran berbasis web bisa menjadi
pembelajaran yang menyanangkan, memiliki unsur interaktivitas yang tinggi,
menyebabkan peserta didik mengingat lebih banyak materi pelajaran, serta
mengurangi biaya-biaya operasional yang biasanya dikeluarkan oleh peserta didik
untuk mengikuti pembelajaran.
Dikarenakan
sifatnya maya/virtual, pembelajaran berbasis web dianggap telah memberikan
fleksibilitas terhadap kegiatan pengaksesan materi pembeajan. Penghantaran
materi pemblajaran kini tidal lagi tergantung pada medium fisik seperti buku
pelajaran cetak atau CD-ROM. Materi pembelajaran kini berbentuk data digital
yang bisa diuraikan melalui perangkat elektronik seperti computer, smartphone,
telepon selular atau piranti elektronik lainnya.
Disamping beberapa unggulan tersebut, pembelajaran berbasis web juga
memiliki kelemahan, yaitu kurangnya interaksi langsung antara siswa dan guru
yang disebabkan oleh banyak faktor teknis. Menyikapi hal tersebut, kruse
berpandangan, dengan semakin majunya teknologi internet dan jaringan dan
semakin cepatnya koneksi internet beberapa tahun belakangan ini, maka kelemahan
terbesar dari pembelajaran berbasis web ini bisa diminimalisasi dalam beberapa
tahun ke depan.
2. Prinsip Belajar Berbasis Web
a. Interaksi
Interaksi berarti kapasitas
komunikasi dengan orang lain yang tertarik pada topik yang sama atau
menggunakan pembelajaran berbasis web yang sama. Dalam lingkungan belajar,
interaksi berarti kapasitas berbicara baik antarpeserta, maupun antara peserta
dengan instruktur. Interaksi membedakan antara pembelajaran berbasis web dengan
pembelajaran berbasis komputer (Computer-Based Instruction). Hal ini berarti
bahwa mereka yang terlibat dalam pembelajaran berbasis web tidak berkomunikasi
dengan mesin, melainkan dengan orang lain (baik peserta maupun tutor) yang
kemungkinan tidak berada pada lokasi bahkan waktu yang sama. Interaksi tidak
hanya menyediakan hubungan antarmanusia, tetapi uga menyediakan keterhubungan
isi, di mana setiap orang dapat saling membantu antara satu dengan yang lainnya
untuk memahami isi materi dengan berkomunikasi. Hal tersebut menciptakan
lapisan belajar ter¬dalam yang tidak bisa diciptakan oleh pengembangan media.
b. Ketergunaan
Ketergunaan yang dimaksud di
sini adalah bagaimana siswa mudah menggunakan web. Terdapat dua elemen penting
dalam prinsip keter¬gunaan ini, yaitu konsistensi dan kesederhanaan. Intinya
adalah bagaimana pengembang pembelajaran berbasis web ini menciptakan
lingkungan belajar yang konsisten dan sederhana, sehingga siswa tidak mengalami
kesulitan balk dalam proses pembelajaran maupun navigasi konten (materi dan
aktivitas belajar lain).
c. Relevansi
Relevansi diperoleh melalui
ketepatan dan kemudahan. Setiap informasi dalam web hendaknya dibuat sangat
spesifik untuk meningkat¬kan pemahaman pembelajar dan menghindari bias.
Menempatkan konten yang relevan dalam konteks yang tepat pada waktu yang tepat
adalah bentuk seni tersendiri, dan sedikit pengembangan e-learning yang
berhasil melakukan kombinasi ini. Hal ini melibatkan aspek keefektifan desain
konten serta kedinamisan pencarian dan penempatan konten (materi).
3. Konsep Blended Learning
Perkembangan
teknologi yang begitu pesat mengharuskan adanya inovasi dalam pembelajaran.
Inovasi tersebut salah satunya adalah Blended Learning. Konsep Blended Learning
ini ialah pencampuran model pembelajaran konvensional dengan belajar secara
online. Blended Learning berasal dari kata Blended dan Learning. Blend artinya campuran dan Learning
artinya belajar. Dari kedua unsur kata tersebut dapat diketahui
bahwa Blended Learning penyampuran pola belajar. Menurut Mosa (dalam Rusman,
2011:242) menyampaikan bahwa pola belajar yang dicampurkan adalah dua unsur
utama yakni pembelajaran dikelas dengan online learning. Dalam pembelajaran
online ini terdapat pembelajaran menggunakan jaringan internet yang didalamnya
ada pembelajaran berbasis web.
Blended
Learning ini terdapat perpaduan dari :
teknologi multimedia, CD-ROM, video streaming, kelas virtual, e-mail,
voicemail dan lain-lain dengan bentuk tradisional pelatihan di kelas dan
pelatihan setiap apa yang dibutuhkannya.
Blended Learning menjadi solusi
yang paling tepat untuk proses pembelajaran yang sesuai, tidak hanya dengan kebutuhan
pembelajaran akan tetapi gaya pembelajar. Blended learning adalah sebuah
kemudahan pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model
pengajaran, dan gaya pembelajaran, memperkenalkan berbagai pilihan media dialog
antara fasilitator dengan orang yang mendapat pengajaran. Blended learning juga
sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran
online, tapi lebih daripada itu sebagai elemen dari interaksi sosial.
Proses pembelajaran
diarahkan untuk mewujudkan kompetensi-kompetensi yang telah ditetapkan dalam
kurikulum. Pembelajaran dengan menggunakan media internet atau dengan distance learning tidak menjadi andalan dalam pembelajaran
karena tidak adanya interaksi antara guru dengan murid . Dalam Proses Belajar
Mengajar (PBM), tatap muka atau konvensional
merupakan proses pembelajaran utama yang dilakukan di sebagian besar
sekolah dan perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Namun PBM tatap muka ini
cenderung membuat siswa jenuh dan kurang aktif.
Untuk itu perlu adanya inovasi pembelajaran model pembelajaran ini bertujuan untuk mencapai
keefektifan pembelajaran, pembelajaran online dan face to face.
4.
Karakteristik Blended Learning
a.Pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model
pengajaran, gaya pembelajaran, serta berbagai media berbasis teknologi yang beragam.
b.Sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face to face), belajar
mandiri, dan belajar
mandiri via online.
c.Pembelajaran yang didukung oleh
kombinasi efektif dari cara penyampaian, cara mengajar dan gaya
pembelajaran.
d. Guru dan orangtua pembelajar memiliki peran yang sama penting, guru sebagai
fasilitator, dan orangtua sebagai pendukung.
5. Metode Blended Learning dalam
Pembelajaran Berbasis WEB
Blended Learning adalah metode belajar yang
menggabungkan dua atau lebih metode pendekatan dalam pembelajaran untuk
mencapai tujuan dari proses pembelajaran tersebut. Salah satu contohnya adalah
kombinasi pembelajaran berbasis web dan penggunaan metode tatap muka yang
dilakukan secara bersamaan di dalam pembelajaran.
Metode blended Learning memberikan kesempatan bagi peserta pembelajaran online, salah satunya untuk bertatap muka. Metode ini juga memberikan rasa keterikatan pembelajar apa yang sedang dipelajarinya. Walaupum online learning memberikan kemudahan bagi para pelajar untuk mengikuti pembelajaran di mana saja dan kapan saja, pembelajar, sebagai manusia, tetap memiliki keinginan untuk berada dalam komunitas (dalam hal ini komunitas belajar) yang sesungguhnya, dan hal ini dipandang penting dalam pembelajaran. Selain itu sosok mengajar walau tidak dominan seperti dalam paradigma mengajar, tetap diperlukan untuk pembinaan perilaku atau sikap yang berorientasi pada norma masyarakat (Rusman dkk, 2013).
Metode blended Learning memberikan kesempatan bagi peserta pembelajaran online, salah satunya untuk bertatap muka. Metode ini juga memberikan rasa keterikatan pembelajar apa yang sedang dipelajarinya. Walaupum online learning memberikan kemudahan bagi para pelajar untuk mengikuti pembelajaran di mana saja dan kapan saja, pembelajar, sebagai manusia, tetap memiliki keinginan untuk berada dalam komunitas (dalam hal ini komunitas belajar) yang sesungguhnya, dan hal ini dipandang penting dalam pembelajaran. Selain itu sosok mengajar walau tidak dominan seperti dalam paradigma mengajar, tetap diperlukan untuk pembinaan perilaku atau sikap yang berorientasi pada norma masyarakat (Rusman dkk, 2013).
6. Prosedur
Blanded Learning Dalam Pembelajaran
Secara spesifik Profesor Steve Slemer (2005) dan
Soekartawi (2005) menyarankanenam tahapan dalam merancang dan menyelenggarakan
Blended Learning agar hasilnya optimal, yaitu :
1. Tetapkan macam dan materi bahan ajar.
2. Tetapkan rancangan dari Blended Learning
yang digunakan.
3. Tetapkan format dari on-line Learning.
4. Lakukan uji terhadap rancangan yang
dibuat.
5. Selenggarakan Blended Learning dengan
baik dengan cara menyiapkan tenaga
pengajar yang ahli dalam bidang tersebut.
6. Siapkan kriteria untuk melakukan
evaluasi pelaksanaan Blended Learning.
Jadi pembelajaran berbasis web ini sangat cocok diterapkan
dalam dunia pendidikan. Salah satu metode yang dapat diterapkan dalam
pembelajaran berbasis web ini adalah metode blended Learning. Dengan begitu
peserta didik dapat memperoleh informasi yang semakin banyak dan mudah untuk
memahaminya.
SUMBER :
http://myblogzulhijatil.blogspot.co.id/2016/05/konsep-pembelajaran-berbasis-web.html diakses 05 maret
2018
Komentar
Posting Komentar